Bermain dengan Sepuluh Orang, RB Leipzig Bangkit dan Singkirkan Rot Weiss Essen

RB Leipzig menunjukkan mentalitas luar biasa ketika berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Rot-Weiss Essen dengan skor 2-1 pada putaran kedua DFB Pokal 2026/2027, Selasa, 27 Oktober 2026. Bertanding di Stadion an der Hafenstraße, Leipzig tertinggal melalui gol Lucas Brumme pada menit kesembilan dan kehilangan Nicolas Seiwald akibat kartu merah pada menit ke-44. Meski bermain dengan sepuluh orang, tim asuhan Martin Demichelis mampu bangkit berkat dua gol Christoph Baumgartner pada menit ke-78 dan ke-82. Kemenangan dramatis tersebut memastikan Leipzig melaju ke babak 16 besar sekaligus menghadirkan cerita menarik dalam persaingan Sepak Bola Jerman.
RB Leipzig Bangkit dari Ketertinggalan Meski Kekurangan Pemain
Pencapaian RB Leipzig menundukkan Rot-Weiss Essen dengan skor 2-1 menghadirkan kisah kebangkitan yang mengesankan dalam putaran kedua DFB Pokal musim 2026/2027. Klub peserta Bundesliga tersebut berada dalam situasi keunggulan awal tim tuan rumah sebelum mendapatkan masalah lebih besar akibat kartu merah Nicolas Seiwald. Dalam kondisi tersebut, Leipzig berhasil mempertahankan semangat bertanding tinggi. Kemampuan mempertahankan tekanan akhirnya menghasilkan kemenangan penting melalui sepasang gol pada akhir babak kedua.
Laga yang berlangsung di Essen menjadi gambaran mengenai beratnya kompetisi sistem gugur ketika tim unggulan menghadapi lawan yang termotivasi. Rot-Weiss Essen mampu memberikan tantangan serius meskipun berkompetisi di 3. Liga. Bermain dalam atmosfer Stadion an der Hafenstraße yang meriah, Essen mencoba mempertahankan tekanan terhadap lawan. Namun demikian, kualitas penyelesaian akhir Leipzig menjadi faktor pembeda. Kemenangan tersebut menegaskan nilai kemampuan merespons tekanan dalam pertandingan dengan intensitas tinggi.
Gol Cepat Essen Memberikan Tekanan Besar kepada RB Leipzig
Duel yang dimainkan pada 27 Oktober 2026 dibuka dengan keunggulan cepat tuan rumah. Ketika memasuki menit kesembilan, Lucas Brumme sukses membobol gawang Leipzig setelah memanfaatkan kesalahan di lini belakang. Castello Lukeba mencoba memberikan operan kepada penjaga gawang, tetapi Ørjan Nyland kehilangan pijakan saat mencoba menguasai operan. Brumme langsung memanfaatkan kesempatan sebelum membawa bola melewati kiper dan mengarahkan bola masuk.
Gol pembuka tersebut membuat Rot-Weiss Essen memimpin. Untuk skuad Uwe Koschinat, keberhasilan mencetak gol lebih dahulu membangkitkan semangat bertanding. Sebaliknya, Leipzig harus mencari solusi karena kebobolan terjadi akibat situasi yang sebenarnya dapat dihindari. Ketika menjalani kompetisi Piala Jerman, kurangnya konsentrasi saat membangun serangan mampu menciptakan tekanan tambahan. Situasi tersebut menjadikan upaya mengejar skor semakin penting sebelum pertandingan memasuki babak kedua.
Leipzig Kehilangan Satu Pemain Menjelang Babak Pertama Berakhir
Kesulitan RB Leipzig menjadi lebih berat pada menit ke-44 ketika Nicolas Seiwald harus meninggalkan lapangan setelah dua kartu kuning. Pemain asal Austria itu gagal mengantisipasi pergerakan lawan terhadap Ruben Reisig. Karena sebelumnya telah menerima kartu kuning, pelanggaran tersebut membuatnya diusir. Hukuman bagi sang gelandang memberikan keuntungan jumlah pemain kepada Essen. Saat berada dalam posisi kehilangan keunggulan, Leipzig harus menjalani sisa laga hanya dengan sepuluh pemain. Keadaan yang tidak menguntungkan tersebut menjadi tantangan taktis bagi seluruh pemain tim tamu.
Hingga babak pertama berakhir, keunggulan tuan rumah belum berubah. Untuk tim asuhan Uwe Koschinat, keunggulan satu gol dan jumlah pemain memberikan kesempatan istimewa untuk mengamankan kemenangan bersejarah. Sementara itu, Martin Demichelis dituntut melakukan evaluasi mengenai susunan pemain. Berada dalam kondisi sepuluh melawan sebelas menambah kesulitan menjaga seluruh area lapangan. Namun demikian, Leipzig tetap dapat mencari gol balasan apabila mampu mengelola ruang. Karena itu, penyesuaian pada jeda dapat menentukan arah dalam upaya Leipzig bangkit.
Martin Demichelis Mengubah Strategi Leipzig pada Babak Kedua
Ketika kedua tim kembali ke lapangan, Martin Demichelis mengubah sebagian komposisi pemain untuk meningkatkan ancaman menyerang. Pelatih asal Argentina tersebut memasukkan Neil El Aynaoui dan Brajan Gruda pada awal babak kedua. Kedua pemain tersebut menggantikan Andrija Maksimovic dan Rocco Reitz. Keputusan tersebut menggambarkan pendekatan Demichelis untuk membangun serangan yang lebih terarah. Walaupun berada dalam kondisi kekurangan satu pemain, Leipzig tidak memilih menyerah. Keberanian mencari gol balasan membantu menjaga kesempatan agar peluang lolos tetap terbuka.
Pada menit ke-62, Leipzig mengubah pilihan pemain menyerang dengan memasukkan Antonio Nusa dan Christoph Baumgartner. Pemain sayap asal Norwegia tersebut mengambil alih posisi Ridle Baku, sedangkan Christoph Baumgartner menggantikan Ezechiel Banzuzi. Pergantian tersebut mulai mengubah jalannya pertandingan terhadap wilayah bertahan Essen. Antonio Nusa membawa kecepatan dan kreativitas, sementara Baumgartner memperkuat kemampuan menyelesaikan peluang. Peran dua pemain pengganti tersebut memberikan kontribusi menentukan dalam dua gol Leipzig pada fase akhir.
Dua Gol dalam Empat Menit Bawa RB Leipzig Meraih Kemenangan
Perjuangan RB Leipzig akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-78 melalui Christoph Baumgartner. Gelandang serang asal Austria tersebut sukses mengembalikan skor menjadi imbang setelah menyambut assist yang diberikan Nusa. Penyerang muda asal Norwegia itu menciptakan kesempatan melalui umpan silang yang mampu dimanfaatkan oleh Baumgartner. Keberhasilan Leipzig mencetak gol membuat kedua tim kembali imbang. Momen tersebut meningkatkan energi permainan bagi Leipzig yang harus bermain dengan sepuluh orang.








